Ekaristi

Mane Nobiscum Domine
“Tinggallah Bersama Kami, Tuhan!”
Luk 24:29

Tahun Ekaristi

Apa itu Tahun Ekaristi?

Tahun untuk secara istimewa mendalami, merayakan, dan menghormati Sakramen Ekaristi, agar umat dapat menghayatinya secara lebih mantap dan mengamalkannya secara lebih berdaya guna dalam kehidupan sehari-hari.

Selama Tahun ekaristi ini umat Katolik mengadakan doa-doa, renungan, devosi, dan pendalaman iman yang berkaitan dengan Misteri Ekaristi.

Bagaimana dengan Tahun Ekaristi kali ini?

“Mane Nobiscum Domine”, yang artinya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami” (Luk 24:29) adalah surat Apostolik PausYohanes Paulus II yang mengumumkan Tahun Ekaristi yang berlangsung dari Oktober 2004 hingga Oktober 2005. Tahun Ekaristi ini dibuka resmi pada tanggal 17 Oktober 2004, dengan perayaan Ekaristi penutupan Kongres Ekaristi Internasional yang diadakan di Guadalajara, Meksiko. Tahun Ekaristi akan ditutup bersamaan dengan Sinode para Uskup di Roma pada bulan Oktober 2005 nanti dengan tema Ekaristi sebagai Sumber dan Puncak dari hidup dan Perutusan Gereja.

Ekaristi

Berasal dari bahasa Yunani “eucharistia”, artinya “syukur”, merupakan ucapan syukur atas karya penebusan dan kenangan akan sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus. Dalam Ekaristi, Tuhan Yesus memberikan Tubuh dan Darah-Nya sendiri dalam rupa roti dan anggur (lih. Luk 22:19), Puncak Liturgi adalah Ekaristi.

Apakah Ekaristi sama dengan Misa?

Dalam percakapan sehari-hari, kata misa dipahami dalam arti Perayaan Ekaristi. Kata misa berasal dari rumus penutup Perayaan Ekaristi dalam bahasa latin: “ite, missa est”: “Pergilah, misa sudah selesai”. Tata Perayaan Ekaristi (TPE) memasukkan unsuk “pengutusan” ke dalam bagian akhir TPE ini. Untuk itu TPE baru menampilkan rumus: “Marilah pergi, Kita diutus”.

Dengan merayakan Ekaristi…

Kita bertemu dengan Tuhan Yesus, baik melalui Sabda-Nya maupun Tubuh-Nya. Selain itu, kita dipersatukan sebagai umat Allah.

Mengapa kita wajib merayakan Ekaristi di Hari Minggu dan Hari Raya?

  • Bersama seluruh umat beriman kita merayakan dengan penuh syukur karya penyelamatan Allah yang hadir dalam diri Yesus Kristus lewat peristiwa wafat dan kebangkitan-Nya; Yesus sendiri bersabda, “… lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku” (bdk. Luk 22:19)
  • Bersama umat beriman lainnya kita mengucap syukur karena dari hari Senin sampai Sabtu kita sudah diberi kekuatan, kesehatan, perlindungan, rejeki, dan lain-lain (bdk. Kis 2:46)
  • Sepuluh Perintah Allah yang ke-3 mengatakan “Kuduskanlah Hari Tuhan”.
  • Lima Perintah Gereja yang ke-2 mengatakan “Ikutlah perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan Hari Raya yang diwajibkan, dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu”.
  • Struktur Perayaan Ekaristi …

    Dua bagian: Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi. Sehingga merupakan satu tindakan ibadat. Sebab dalam Perayaan Ekaristi itu Sabda Allah dihidangkan untuk menjadi pengajaran bagi umat dan Tubuh Kristus menjadi santapan bagi orang-orang beriman.

    tahukah Anda?

  • Hanya Imam, oleh karena tahbisannya yang bisa memimpin Ekaristi
  • Ekaristi berbeda dengan Ibadat Sabda. Disebut Ekaristi bila ada Imam, Doa Syukur Agung (DSA), dan Komuni
  • Orang boleh merayakan Ekaristi 2 kali dan menerima Komuni Kudus 2 kali pula dalam hari yang sama
  • Hanya orang yang sudah dibabtis secara Katolik atau diterima ke dalam Gereja Katolik dan telah menerima Komuni Pertama yang boleh menerima Komuni Kudus dalam Perayaan Ekaristi
  • Kolekte (derma) dalam Perayaan Ekaristi dalam Gereja Katolik tidak dibatasi dalam “persepuluhan”, tetapi “suka rela” artinya tidak hitung-hitungan, tetapi tulus (mungkin bisa kurang dan atau bisa lebih dari “persepuluhan”)
  • Rumusan doa pengampunan pada bagian awal Perayaan Ekaristi tidak berarti umat tidak perlu Sakramen Tobat. Bahkan yang punya dosa berat disarankan menerima Sakramen Tobat dahulu, agar layak menyambut Tubuh dan Darah-Nya
  • Tips Merayakan Ekaristi

  • Berpuasa 1 jam sebelum mengikuti Perayaan Ekaristi
  • Hadir lebih awal dengan pakaian pantas
  • Persiapkan diri dengan menciptakan waktu teduh di dalam gereja
  • Sadari dan mohon ampun atas kesalahan dan dosa
  • Ikut terlibat dalam menyanyi dan menjawab ajakan pemimpin ibadat
  • Dengarkanlah apa yang Allah ingin beritakan lewat bacaan-bacaan Kitab Suci dan Khotbah Imam
  • Mempersatukan persembahan diri kita dengan roti dan anggur yang akan diubah menjadi tubuh dan Darah Kristus
  • Sembahlah Dia di saat konsekrasi dengan segenap hati dan budi kita
  • Sampaikanlah Salam Damai kepada saudara-saudari kita dengan tulus
  • Terimalah Hosti Kudus dan sapalah Dia secara pribadi dalam hati dan budi kita
  • Ciptakan saat teduh dan doa pribadi setelah Komuni
  • Jangan tinggalkan Perayaan Ekaristi sebelum mendapat berkat penutup lewat imam
  • Bersiaplah menjalani hidup harian kita dengan membagi-bagi berkat Ekaristi yang kita dapatkan
  • kita diutus untuk membawa damai
  • Nb: Disusun oleh Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), dengan beberapa perubahan tanpa mengurangi maksud dari tulisan

    Leave a Reply