
Menurut sumber dari Web Diknas
NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) adalah kode pengenal siswa yang bersifat unik dan membedakan satu siswa dengan siswa lainnya. Penerapan kode pengenal siswa selama ini masih belum ada standar yang baku. Aturan penyusunan kode pengenal siswa antar satu sekolah bisa berbeda dengan sekolah lain. Dengan mekanisme pemberian kode pengenal siswa yang tidak baku secara nasional, maka rentan terjadinya data siswa ganda yang pada akhirnya sulit untuk mendata secara akurat data siswa-siswa di Indonesia.
Tujuan dari NISN ini adalah baik adanya tapi ternyata dalam prakteknya data hasil pendataan dapat diakses secara publik, data pribadi yang meliputi nama lengkap, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, dan alamat dapat secara bebas didownload dari website diknas bagian Data Siswa
Setelah kontroversi mengenai data yang tersebar ini (bisa baca beritanya di Detik), akhirnya diknas mengubah data yang ditampilkan dan dapat didownload hanyalah data nomer nisn, nama lengkap, dan kelas saja.
Satu quote yang menarik dari berita detaik diatas adalah
Menanggapi hal itu, Muhajir mengatakan, kekhawatiran dari para blogger ini adalah masukan yang bagus dan bakal segera dikoordinasikan dengan unit terkait.
“Tapi ini kan masih sebatas kekhawatiran, sudah terbukti belum? Kalau sudah terbukti silahkan diinformasikan, kami di diknas siap menampung keluhan,” tandasnya
Berbaik sangka ada baiknya, tapi saya pribadi akan menentang habis apabila data pribadi saudara saya yang masih sekolah dapat diakses publik dan ada kemungkinan dimanfaatkan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab.
Semoga saja data yang sudah tersebar sebelumnya tidak digunakan untuk tujuan buruk oleh pihak yang sudah mendownloadnya, dan untuk pihak diknas sebaiknya tidak memberikan jawaban provokatif seperti diatas agar masalah tidak menjadi semakin panjang.
Satu hal yang unik adalah seorang siswa sma menggunakan data diknas untuk mengingat hari ulang tahun teman-temannya, blog siswa itu dapat diakses di sini