Oleh Hermawan Kartajaya, dapat dibaca online di Kompas

Most companies don’t die because they are wrong; most die because
they don’t commit themselves… The greatest danger is in standing still .

Itulah yang dikatakan Andy Grove dalam bukunya, Only the Paranoid
Survive. Grove ingin menggambarkan bahwa hanya orang-orang yang
paranoid-lah yang bisa bertahan di tengah pesatnya perubahan lanskap
bisnis.

Walaupun buku ini tergolong cukup lama”ditulis Grove ketika ia masih
menjadi CEO Intel pada tahun 1996″namun pelajaran yang bisa dipetik
masih cukup relevan di era New Wave Marketing ini. Berbagai Change
yang ada membuat sebuah perusahaan yang sebenarnya sudah cukup mapan
seperti Intel mau tidak mau harus berubah juga.

Intel didirikan oleh Robert Noyce dan Gordon Moore pada tahun 1968 dan
merupakan salah satu perintis Silicon Valley. Grove sendiri menjadi
karyawan ketiga setelah kedua pendiri tersebut. Mereka bertiga ini
sebelumnya sama-sama bekerja di Fairchild Semiconductor.

Sejak didirikan sampai awal tahun 1980-an, bisnis utama Intel adalah
memory chips. Intel merupakan penemu dynamic random access memory
(DRAM) dan menguasai pasar DRAM ini. Namun, pada tahun 1983 pangsa
pasarnya digerogoti perusahaan-perusahaan Jepang yang mampu membuat
DRAM dengan biaya yang lebih murah. Profit Intel pun mulai menurun.

Karena itulah, Grove yang saat itu memimpin Intel melakukan
transformasi besar-besaran. Model bisnis diubah secara mendasar dan
fokus bisnis Intel berubah dari bisnis memory ke mikroprosesor.
Walaupun bisnis memory masih menyumbang pendapatan terbesar, Grove
tidak segan-segan menutup sejumlah bisnis DRAM-nya dan mengalihkan
sumber daya perusahaan ke bisnis mikroprosesor.

Sebaliknya, selain œdipaksa berubah akibat perubahan teknologi dan
pasar seperti di atas, Grove juga bisa œmemaksa pelanggan Intel untuk
berubah. Pada saat itu, pembuatan mikroprosesor dilakukan oleh
beberapa perusahaan. Hal ini karena masih sering muncul masalah dalam
proses pembuatan mikroprosesor sehingga mengganggu pasokan ke
pelanggan. Maka, untuk mengurangi risiko, pelanggan biasanya memaksa
bahwa produksi mikroprosesor dilakukan oleh beberapa manufaktur yang
berbeda untuk menjamin kekonsistenan pasokan.

Namun, Grove berani mengambil keputusan untuk menjadi pemain tunggal
dalam mikroprosesor. Ia pun menghentikan lisensi desain mikroprosesor
kepada para pesaingnya seperti Zilog dan AMD. Intel pun mulai
memproduksi mikroprosesor di tiga pabriknya sendiri, dan memberikan
jaminan bahwa pelanggan tetap akan mendapatkan pasokan yang konsisten.

Keputusan-keputusan ini ternyata memberikan keuntungan besar bagi
Intel karena pada akhir 1980-an dan awal 1990-an industri personal
computer (PC)”yang salah satu komponen utamanya adalah
mikroprosesor”tumbuh pesat. Perubahan dalam industri IT seperti bisnis
yang digeluti Intel ini memang berlangsung sangat cepat. Rata-rata
setiap 18 bulan bisa dibuat mikroprosesor baru dengan kapasitas dan
kecepatan yang berlipat ganda.

Grove sendiri menciptakan istilah yang nantinya sangat terkenal,
œstrategic inflection points . Maknanya, ada satu saat di mana terjadi
perubahan yang sangat mendasar dalam bisnis yang digeluti suatu
perusahaan. Industri IT, yang memang sangat cepat berubah, bisa
mengalami œstrategic inflection points ini sekali dalam beberapa tahun.

Nah, keberhasilan Grove menghadapi perubahan lanskap bisnis inilah
yang mampu membawa sukses luar biasa bagi Intel. Selama masa
kepemimpinannya, Grove berhasil meningkatkan kapitalisasi pasar Intel
dari 18 milyar dollar AS menjadi 197 dollar AS atau sebesar 4500%!

Setelah ditinggal Grove, Intel pun berubah lagi karena lanskap
bisnisnya yang juga terus berubah. Craig Barrett yang menggantikan
Grove berupaya melakukan diversifikasi bisnis di luar mikroprosesor
untuk PC. Intel pun mulai membuat semikonduktor untuk berbagai produk
seperti portable video player, TV layar datar, telepon seluler,
personal media player, sampai ke Wimax.

Upaya ini dilanjutkan oleh CEO berikutnya, Paul Otellini. Sejak tahun
2005 Otellini berpendapat bahwa membuat mikroprosesor dengan kecepatan
yang berlipat ganda saja tidak cukup. Intel harus merambah bisnis di
luar mikroprosesor. Otellini ingin menciptakan œplatform
mikroprosesor yang mengkombinasikan silikon dan software yang mengarah
kepada peralatan dan teknologi baru.

Memang, dalam lanskap bisnis New Wave saat ini kita harus siap untuk
berubah setiap saat. Kita harus benar-benar cermat memperhatikan
permintaan dari pelanggan dan juga langkah-langkah pesaing. Jangan
pernah merasa nyaman. Seperti yang dikatakan Grove, œSuccess breeds
complacency. Complacency breeds failure. Only the paranoid survive.