Good Cop, Bad Cop and Ugly Cop
Posted on September 12th, 2008 in Blog Advertising, marketing |
Ditulis oleh Hermawan Kertajaya, dapat dibaca online di Kompas
KALAU Anda nonton film-film Hollywood yang bertemakan action, hampir
bisa dipastikan Anda akan selalu mendapatkan karakter good cop dan bad
cop.
Orang-orang Hollywood memang paling suka mengkontraskan polisi yang
baik dengan polisi yang jelek.
Polisi baik digambarkan selalu mematuhi aturan yang ada, jujur,
dedikatif, dan bersikap profesional. Play by the book istilahnya.
Sementara, polisi jelek digambarkan suka menangkap orang tanpa alasan
yang jelas atau suka menyiksa tahanan yang sedang diperiksa. Polisi
jelek juga sering merasa sok berkuasa mentang-mentang dia punya power.
Tapi, teman-teman saya yang pernah ikut pelatihan di FBI Academy di
Amerika bilang bahwa di sana ada istilah ugly cop juga.
Wah, ini bukan sekadar polisi yang cuma kasar dan sok kuasa. Polisi
seperti ini malah jadi backing mafia judi dan obat terlarang. Polisi
buruk seperti ini justru lebih berbahaya daripada polisi jelek. Kalau
polisi jelek biasanya bisa langsung kelihatan dari luar. Sementara,
karena saking lihainya, banyak di antara ugly cop ini yang tidak
ketahuan belangnya. Dari luar nampak baik, namun ternyata di belakang
ulahnya sangat buruk.
Nah, di New Wave Landscape yang berorientasi serba Digital, Global,
dan Future ini juga begitu.
Jangan kaget kalau para kompetitor Anda ada tiga tipe juga: Good
Competitors, Bad Competitors, dan Ugly Competitors.
Kalau pesaing Anda adalah good competitors, akan terjadi persaingan
yang sehat, fair competition. Pasar akan membesar secara alamiah.
Namun, jika pesaing Anda adalah bad competitors atau malah ugly
competitors, situasinya bisa malah runyam. Bukan hanya Anda yang akan
terkena dampaknya, namun secara keseluruhan pasar bisa rusak.
Persaingan yang sehat terjadi ketika lapangan permainannya sama datar.
Artinya, semua pemain berada pada posisi yang sejajar, tidak ada yang
lebih tinggi atau lebih rendah. Kita bisa menang karena kita memang
lebih unggul daripada yang lain, bukan karena kita menjelek-jelekkan
lawan atau bermain kasar.
Teknologi Internet memungkinkan terjadinya fair competition ini. Situs
eBay misalnya. Bila kita menjual suatu produk, kita juga bisa melihat
produk serupa yang ditawarkan oleh orang lain alias pesaing kita di
situs tersebut. Kita bisa tahu harga, kualitas produk, atau lamanya
waktu pengiriman dari pesaing kita tersebut. Semuanya serba transparan.
Sementara, bad competition dan ugly competition juga bisa terjadi di
Internet.
Salah satu kasus bad competition misalnya ketika Microsoft dianggap
melakukan monopoli dengan menyertakan web browser Internet Explorer ke
dalam sistem operasi Microsoft Windows-nya pada sekitar tahun 1998.
Hal ini dianggap akan mematikan produk web browser lainnya seperti
Netscape Navigator ataupun Opera. Walaupun akhirnya kasus ini bisa
terselesaikan dengan baik, nama Microsoft sempat mendapatkan sorotan
negatif.
Kasus lainnya terjadi sekitar pertengahan 2006 antara Yahoo! China dan
Qihoo, portal Internet asal China. Qihoo, yang dipimpin oleh Zhou
Hongyi, mantan eksekutif Yahoo!, meluncurkan spyware software yang
mengidentifikasi salah satu fitur Yahoo! sebagai software yang
berbahaya (malware). Yahoo! pun menuntut Qihoo karena dianggap
melakukan kompetisi yang tidak sehat. Sebagai balasan, Hongyi gantian
menuntut Yahoo! karena dianggap mencemarkan nama baiknya.
Sementara, kasus ugly competition juga tidak banyaknya.
Saat Olimpiade Beijing lalu misalnya, ada dua situs yang seolah-olah
merupakan situs resmi untuk penjualan tiket secara online. Situs
www.beijingticketing.com dan www.beijing-2008tickets.com tersebut
ternyata bukanlah situs resmi, dan akhirnya dimatikan (shut-down),
namun sempat menipu banyak orang dan meraup jutaan dollar AS.
Di Indonesia sendiri kasus yang mirip pernah terjadi. Beberapa tahun
lalu pernah ada situs-situs gadungan dari Klik BCA. Situs gadungan ini
nama domainnya memang sengaja dibuat mirip dengan nama domain situs
aslinya sehingga orang yang salah ketik sedikit saja akan masuk ke
situs gadungan tersebut. Untungnya hal ini segera disadari oleh pihak
BCA dan situs-situs gadungan tersebut sekarang telah dimatikan.
Memang, dunia maya membuka peluang ke semua orang tanpa kecuali.
Mereka yang berniat buruk pun bisa memanfaatkan teknologi Internet ini
untuk mengganggu perusahaan Anda dengan berbagai cara.
Namun, walaupun ada bad competitors dan ugly competitors, Anda tetap
jangan ikut-ikutan main kotor.
Percayalah, di era New Wave Marketing ini, dengan semakin transparan
dan horisontalnya lapangan permainan serta semakin pintarnya
pelanggan, hanya mereka yang bersaing dengan fair-lah yang akan survive.