“We will be number one or two in every business we’re in, or we will
fix it, close it, or sell it.”

Itulah ucapan terkenal dari Jack Welch yang menjadi kredo
kepemimpinannya. Karena ucapannya ini, banyak orang Amerika marah pada
Welch yang ketika itu baru saja diangkat jadi CEO General Electric (GE).

Maklum, orang Amerika, saking bangganya dengan GE, punya pendapat,
“What is good for GE, is good for America.”

Mereka khawatir akan terjadinya lay-off besar-besaran di GE kalau
Welch menganggap suatu divisi atau anak perusahaannya kalah bersaing,
bukan hanya di tingkat Amerika, tapi juga di tingkat dunia.

Welch juga menyatakan bahwa GE bukan perusahaan Amerika lagi, tapi
harus jadi perusahaan global. Karena itu, kultur perusahaan mesti
diubah. Orang-orang GE harus bisa merasa nyaman ketika diminta bekerja
di manapun di dunia. GE tak bisa lagi hanya menjadi raksasa di AS,
tapi harus menjadi perusahaan kelas dunia.

Berkat kepemimpinannya inilah, pada tahun 1999 ketika Welch lengser,
majalah bisnis terkemuka Fortune menobatkan dia menjadi “Manager of
the Century.”

Padahal, baru 5 tahun sebelumnya, September 1994, majalah yang sama
pernah memuat cover story berjudul “Jack Welch’s Nightmare on Wall
Street”; yang isinya mempertanyakan kinerja manajemen GE. Saat itu
terjadi kasus perdagangan fiktif pada anak perusahaan GE, Kidder
Peabody, yang mengakibatkan GE kehilangan pendapatan sebesar 350 juta
dollar AS!

Walaupun dilanda kasus tersebut, Welch ternyata bisa tetap memimpin GE
sampai masa pensiunnya. GE sukses dikenal sebagai perusahaan global
dan duduk di peringkat teratas Fortune 500 selama bertahun-tahun.

Jack Welch dan GE memang hebat. Namun, jangan kecil hati. Sekarang,
Anda tidak perlu jadi seorang Jack Welch atau bekerja di perusahaan
sekelas GE untuk menjangkau pasar global.

Internet telah membuka batas-batas dunia sehingga pasar menjadi tanpa
batas. Semua orang bisa punya kesempatan yang sama untuk masuk ke
pasar global.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak perusahaan ataupun individu yang
bertarung di pasar global dengan memanfaatkan Internet ini. BaliCamp,
perusahaan pengembang software yang berbasis di Bali misalnya, bisa
melayani klien-kliennya yang membutuhkan solusi IT di berbagai penjuru
dunia. Begitu juga Sonia Bali, yang bisa menjual berbagai produk
suvenir dan aromaterapinya dengan memanfaatkan media Internet.

Saya sendiri, ketika baru-baru ini tertarik ingin pergi ke St.
Petersburg di Rusia, menggunakan Internet untuk mencari hotel yang
tepat dengan harga yang pas. Enak memang, karena saya bisa memilih
sendiri hotel yang saya sukai dengan cepat.

Tapi, itu baru permulaan dari gejala New Wave Market yang jadi horisontal.

Gejala baru sudah jelas di Dunia Tanpa Batas dan Pasar Tanpa Halangan ini.

Coba perhatikan pasar horisontal yang nyata walaupun maya di eBay yang
mempertemukan penjual dan pembeli dari seluruh dunia.

Penjual merasa bisa menjangkau dunia tanpa batas sehingga bisa
mendapatkan harga yang paling tinggi. Sedang pembeli merasa punya
keleluasaan untuk memilih berbagai penawaran dari manapun untuk
mendapatkan yang terbaik juga. Pihak penyelenggara, eBay, hanya
memfasilitasi transaksi horisontal yang fair.

Contoh lainnya adalah Alibaba.com. Perusahaan yang didirikan Jack Ma
tahun 1999 ini juga sukses karena jadi tempat pertemuan antara para
supplier dan buyer, terutama yang punya minat untuk pasar China yang
begitu luas.

Pada tahun 2008 ini, Alibaba.com sudah mampu menarik 23 juta
pengunjung, di mana 65%-nya berasal dari China. Tak heran jika raksasa
Internet seperti Yahoo! pun tertarik untuk menjalin kerjasama
strategis dengan Alibaba.com ini. Selain itu, IPO-nya pada November
2007 pun tercatat sebagai IPO perusahaan Internet terbesar kedua
setelah Google.

Dua perusahaan dotcom ini menunjukkan kesuksesannya masing-masing.
Kalau eBay sukses di business-to-consumer (B2C), maka Alibaba.com di
business-to-business (B2B).

Tapi yang unik, baik eBay maupun Alibaba.com sebenarnya tidak
memproduksi barang-barangnya sendiri. Mereka hanya memfasilitasi
transaksi antara penjual dan pembeli secara horisontal. Baik penjual
dan pembeli ini adalah Customer bagi eBay maupun Alibaba.com.

Jadi, yang terjadi adalah Customer-to-Customer atau C2C. Di mana kedua
belah pihak, baik penjual maupun pembeli, punya status yang sama.

Benar-benar Horisontal.
Oleh Hermawan Kertajaya, diambil dari Kompas

Itulah salah satu contoh konkret horisontalisasi pasar di New Wave
Paradigm.

Kenapa bisa terjadi?

Jelas karena adanya Teknologi yang mendorong Horisontalisasi, Politik
dan Regulasi-regulasi yang makin Horisontal, Ekonomi yang dikendalikan
kekuatan moneter horisontal dan juga situasi Sosial-Budaya yang juga
makin horisontal.